There are currently 731 movies on our website
depoqq online unnamed-2 depoqq depoqq spn

Changeling

ayoqq
2
(High Quality)

Nonton Film Online : Changeling

Sinopsis :
Film ini menggambarkan bagaimana cinta kasih dan perjuangan orangtua kepada anaknya, serta menggambarkan kepemimpinan dari pemerintah-organisasi kepolisian. Film ini mengambil setting di tahun/era 1920-an. Mrs. Collins adalah seorang janda beranak satu (cerita tentang ex husband-nya tidak ditampilkan). Anaknya bernama Walter. Walter Collins lengkapnya – diperankan oleh Gattlin Griffith. Mrs. Collins adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi atau telegram atau semacamnya kayanya deh (aku juga lupa hehe :D). Suatu hari, Mrs. Collins berencana untuk mengajak anaknya jalan-jalan, tetapi tiba-tiba dia mendapatkan tugas panggilan dari kantor secara mendadak – dia tidak bisa menolaknya. Anaknya ditinggal di rumah tetapi dijanjikan bahwa Si Ibu tidak akan sampai pulang larut dari kerjanya. Singkat cerita, Mrs. Collins sudah pulang kerja sekitar sore hari dan dia tidak mendapati anaknya di rumah. Anaknya hilang! Dia berusaha mencari kesana kemari tetapi tidak ketemu juga dengan keberadaan Walter. Akhirnya dia melaporkan kejadian ini ke polisi. Polisi bergerak cepat untuk menemukan Walter.

Beberapa minggu kemudian Mrs. Collins mendapat kabar bahwa anaknya telah ditemukan. Sesampainya di stasiun kereta – dengan dipenuhi oleh banyak wartawan dan anggota polisi – Mrs. Collins berlari berusaha menjemput Si Anak di salah satu gerbong kereta. Ketika melihat anak yang dimaksud oleh polisi adalah Walter, betapa terkejutnya Mrs. Collins bahwa ternyata itu bukan anaknya! Tetapi polisi meyakinkan bahwa itu adalah anaknya! Si anak yang mengaku Walter itu diminta meyebutkan namanya dan alamat lengkapnya – and he did it! Mrs. Collins pun diminta untuk tak ambil pikir dan membawa Si Anak pulang. Sesampainya di rumah, Mrs. Collins mendapati bahwa ‘si anak yang mengaku Walter Collins’ ini mempunyai tinggi badan yang berbeda (karena Mrs. Collins membuat tanda di kayu pintu untuk perubahan tinggi badan Walter setiap tahunnya). Dan dia semakin murka, menyuruh si anak tersebut mengaku siapa sebenarnya dia. Keesokan harinya, Mrs. Collins pergi ke kantor polisi dan melaporkan tentang hal itu. Polisi seakan tidak mau tau. Menurut mereka itu adalah tetap anaknya. Bahwa seorang chief sampai berkata dengan nada yang marah untuk meyakinkan Mrs. Collins bahwa itu adalah anaknya. Seorang Dokter kepolisian di datangkan ke rumah Mrs. Collins untuk mengecek Si Anak dan konsultasi dengan Mrs. Collins masalah perubahan sikap & fisik ‘si anak yang mengaku Walter Collins’ tersebut. Dokter mengatakan bahwa ciri fisik bisa berubah karena anak yang hilang di luar mengalami depresi, stress, kurang gizi. Dokter itu pun juga sampai mengadakan jumpa pers dengan wartawan untuk mengklarifikasi kasus ini. Mrs. Collins tetap tidak menerima pernyataan dokter tersebut (maklum lah, insting seorang Ibu terhadap anaknya kan..). Dia kembali lagi ke polisi dan mengklaim bahwa anaknya, Walter Collins yang sebenarnya, belum ketemu, dan anak yang ada di rumahnya sekarang adalah bukan anaknya. Bahkan Mrs. Collins mengadakan konferensi pers untuk mempublikasikan bahwa polisi menyerahkan anak yang salah. Polisi pun ikut berang karena kegigihan Mrs. Collins ini. Akhirnya terkuaklah bahwa sebenarnya yang dicari oleh pihak kepolisian adalah nama baik karena berhasil memecahkan suatu kasus! Jadi mereka takut nama baik mereka hancur karena diberitakan oleh para wartawan – nama lainnya mungkin “pencitraan publik”!

Akibat perbuatannya, Mrs. Collins ditangkap, ditempatkan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), dengan dilandaskan alasan pihak kepolisian bahwa dia menderita kelainan atau sakit jiwa akibat stress kehilangan anaknya dan sulit menerima kondisi anaknya yang sekarang! (emosi banget ngeliat scene yang ini readers, sedih deh..). Selama dia berada di RSJ, dia mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dan dipaksa untuk tetap mengakui bahwa dia sakit dan gila. Mrs. Collins tetap bersikap normal sehingga terkadang membuat para dokter dan perawat juga emosi.

Di lain kehidupan – Adalah seorang detektif, Ybarra, yang pergi ke sebuah lahan pertanian di Wineville, Riverside Country, untuk menangkan seorang imigran gelap yang usianya masih kanak-kanak. Penangkapan itu berbuah titik terang. Anak kecil imigran gelap tersebut membeberkan kepada detektif bahwa dia bekerja untuk seorang pembunuh berdarah dingin yang menculik banyak anak laki-laki dan ‘menghabisi nyawa’ mereka dengan keji :( Tidak lain bahwa dia bekerja untuk pamannya, Gordon Northcott. Dia diminta untuk menangkap banyak anak laki-laki dan juga membunuh anak laki-laki yang atas perintah pamannya :( Detektif Ybaraa berinisiatif menunjukan foto-foto anak yang hilang – salah satunya Walter – dan si anak tersebut mendeteksi dari foto tersebut siapa saja anak yang menjadi korban pamannya. Dan… yap! He throwed up Walter Collin’s photo as one of the victims. Total diperkikaran sekitar 20 anak menjadi korban ‘Si Keji Northcott’!
Berdasarkan bukti dan pengakuan itu, segeralah berita tersebut tersiar ke seluruh media & masyarakat. Dan ditekankan juga akhirnya bahwa anak yang mengaku sebagai Walter itu adalah bukan Walter. Demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pihak kepolisian atas kinerja dan responsibility-nya pun dipertanyakan. Masyarakat jadi murka. Mrs. Collins pun akhirnya dibebaskan atas bantuan temannya.

‘Si Keji Northcott’ ditangkap, diadili, di vonis bersalah, dan dihukum gantung oleh pengadilan. Eksekusi Northcott pun disaksikan oleh beberapa orang tua yang anaknya menjadi korban, dan tidak terkecuali Mrs. Collins. Di lain kesempatan, pengadilan pun menjatuhi hukuman dengan mencopot jabatan Kepala Polisi untuk Jones & Davis atas perbuatan mereka yang telah melanggar institusi.

Setelah beberapa tahun berlalu, pada tahun 1935, David Clay yang menjadi salah satu korban ‘Si Keji Northcott’ ditemukan dalam keadaan hidup. Betapa gembiranya Mr & Mrs. Clay. Segeralah mereka juga memberitahu Mrs. Collins. Setelah diinterview oleh pihak kepolisian, terkuaklah bahwa suatu malam David Clay, Walter Collins, dan beberapa orang temannya berusaha kabur dari kurungan mereka di lahan pertanian itu. Tetapi naas, mereka ketahuan oleh Northcott. Dia mengejar anak-anak yang berusaha melarikan diri. David Clay berhasil lolos. Tetapi entah bagaimana nasib Walter Collins. Hal ini lah yang menumbuhkan semangat dan harapan pada diri Mrs. Collins – Semoga anaknya suatu saat bisa ditemukan dan kembali!***

COMMENTS